Wawancara Sejarah Lisan ITD Unair

Penyelamatan Arsip Covid-19 Melalui Wawancara Sejarah Lisan

Pada awal tahun 2020, seluruh wilayah dunia telah dikejutkan dengan penyebaran virus baru yang cepat dan meluas yaitu corona virus jenis baru yaitu SARS-Cov-2 yang penyakitnya disebut Corona Virus Desease-19 (Covid-19). Penyebaran yang cepat dan meluas dikarenakan menularnya melalui kontak dari manusia ke manusia, tentu saja hal ini juga menyebabkan masalah kesehatan secara global. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan covid-19 sebagai pandemi karena penularannya telah menyebar luas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

 

Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), berdasarkan kasus SARS-Cov-2 pertama yang dilaporkan dikota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tanggal 31 Desember 2019. Kemudian pada tanggal 3 Januari 2020, China melaporkan ke WHO bahwa penularan yang tidak diketahui penyebabnya sebanyak 44 pasien. Selanjutnya pada tanggal 7 Januari 2020, Pemerintah mengumumkan bahwa penyebab kasus 44 pasien tersebut adalah virus corona jenis baru. Akhirnya pada tanggal 11 Januari 2020, Pemerintah China melaporkan ke WHO bahwa telah terjadi wabah di kota Wuhan.

 

Berdasarkan data dari Worldometer tanggal 31 Oktober 2020 (pukul 16.00) menggambarkan bahwa kasus global yang terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 45.954.446 kasus, kasus pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 72,41% yaitu sejumlah 33.275.706 kasus, dan kasus kematian pasien mencapai 2,60% yaitu sejumlah.1194.485 kasus. Negara Amerika merupakan Negara yang melaporkan kasus terkonfirmasi dan kasus kematian terbanyak.

 

Pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Keseharan RI, Terawan Agus Putranto mengumumkan bahwa terdapat warga Indonesia yang terkonfirmasi menderita positif covid-19 yaitu atas nama Sita Tyasutami (31 tahun ) sebagai pasien pertama dan ibunya yang bernama Maria Darmaningsih (64 tahun) sebagai pasien kedua, keduanya merupakan warga kota Depok Jawa Barat. Kemudian kedua pasien tersebut harus diisolasi dan dilakukan screening terhadap 20 orang lagi yang telah berkegiatan dengan kedua pasien tersebut sebelumnya. Hasil screening tersebut menunjukkan terdapat tujuh kasus baru yang dinyatakan positif covid-19. Setelah itu kasus positif covid-19 terus bertambah dan menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia.

 

Pada bulan Maret 2020 juga ditemukan kasus pertama covid-19 di Provinsi Jawa Timur dan kota Surabaya. Tepatnya tanggal 17 Maret 2020 dinyatakan terdapat enam kasus pertama covid-19 di Provinsi Jawa Timur yang semunya berasal dari kota Surabaya. Keesokan harinya ditemukan kasus positif covid-19 di kota Malang. Setelah itu kasus positif covid-19 terus bertambah dan menyebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

 

Dalam usaha melengkapi sumber-sumber tertulis mengenai perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia dan dunia. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan kegiatan penyelamatan arsip Covid-19 melalui wawancara sejarah lisan (WSL). Wawancara dilakukan dengan pelaku sejarah atau tokoh dengan tujuan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang penanganan Covid-19 untuk melengkapi informasi yang terdapat dalam khasanah arsip statis. Kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan kualitas WSL di ANRI dan UNAIR khususnya serta di Indonesia pada umumnya. ANRI juga melakukan WSL terkait penanganan Covid-19 dilingkungan Universitas Airlangga. Hasil dari wawancara tersebut akan disimpan di ANRI sebagai memori kolektif bangsa.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *